HEBOH Aksi Geng Motor, Warga Geram, Tanpa Ampun Pelaku Dipukuli dan Diinjak-injak Sampai Nangis

oleh

Uri.co.id – Sepakterjang gengster yang belakangan ini semakin meresahkan warga.

Masyarakat dibuat takut dengan teror gengster yang selalu membawa senjata tajam dalam setiap aksinya.

Ada beberapa korban meninggal dunia akibat ulah gengster yang makin merajalela.

Karena itu, kepolisian belakangan giat melakukan patroli di jalan raya.

Bukan cuma polisi, warga juga berjaga-jaga dan mengincar gengster di jalanan.

Bahkan di flyover Jatibaru, Tanah Abang, bentrokan warga dengan gengster enggak terhindarkan.

Petasan, kembang api dan berbagai macam senjata tajam dikeluarkan dan saling serang antara warga dengan gengster.

Karena dinilai sudah kelewat batas, warga marah dan melakukan sweeping.

Jumat (17/5/2019) kemarin pada tengah malam, warga bergerak ke jalan raya Lenteng Agung, depan Universitas Pancasila Jakarta Selatan.

Puluhan orang nampak berlari mengejar gerombolan gengster yang hendak melakukan aksinya.

Panik, gerombolan gengster langsung tancap gas, tapi satu motor dengan tiga orang tersungkur di aspal usai ditarik warga.

Tanpa ampun, gengster dipukuli dan diinjak-injak di tengah jalanan yang gelap.

Enggak ada perlawanan dari gengster yang ada malah menangis ketakutan.

Massa terus memukul sambil menendang ke arah gengster itu.

Gengster atau geng motor yang meresahkan bisa diancam dengan pasal 489.

Kenakalan terhadap orang atau barang yang dapat menimbulkan bahaya, kerugian atau kesusahan, diancam dengan pidana denda paling banyak dua ratus dua puluh lima rupiah.

Jika ketika melakukan pelanggaran belum lewat satu tahun sejak adanya pemidanaan yang menjadi tetap karena pelanggaran yang sama, pidana denda dapat diganti dengan pidana kurungan paling lama tiga hari. ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!