KRONOLOGi Suami Cekik Istri Hingga Tewas, Penyebab Perselingkuhannya Terbongkar, Anak Jadi Saksi

oleh

Uri.co.id-Pembunuhan seorang suami terhdap istrinya dengan cara dicekik di depan anak-anaknya, menggemparkan warga sekitar.

Sang suami bernama Lutfi Dwi Hariyanto (33) tega membunuh sang istri karena perselingkuhannya selama ini terbongkar oleh sang istri.

Dari peristiwa tersebut terungkap tujuh kronologi dari perselingkuhan yang terbongkar.

Kanit Reskrim Polsek Driyorejo, Ipda Joko Supriyanto mengatakan motif pelaku mencekik istri karena kesal dengan sikap istrinya yang marah berlebihan.

“Tersangka mengakui sendiri telah menghabisi nyawa istrinya sendiri dengan cara dicekik,” ujarnya, Senin (27/5/2019).
Kasus Perselingkuhan

Kasus Perselingkuhan ( Jogja)

Berikut ini 7 kronologi perselingkuhan di facebook yang berujung suami cekik istri hingga tewas:

1. Berawal dari perselingkuhan di facebook

Lanjut Joko, berdasarkan keterangan Rizki, adik korban, mengetahui ada wanita lain di balik rumah tangga kakak kandungnya itu.

Dia sempat mengetahui bahwa ada perempuan yang mengirim pesan melalui media sosial Facebook.

Isinya, mencari tahu siapa Lutfi sebenarnya.

“Saat itu tidak saya respon,” ucap Joko menirukan Rizki.

2. Wanita simpanan berasal dari Bandung

Kepada petugas Rizki juga mengakui pernah melihat foto berdua antara Lutfi dengan perempuan tersebut.

Wanita simpanan tersebut diduga berasal Bandung itu.

Disinyalir mereka berdua sudah menjalih hubungan sekitar dua tahun lebih.

“Itu semua keterangan sementara dari adik korban, saat ini sedang kami periksa lebih dalam,” tutupnya.

Selain adik korban, Joko akan menghadirkan anak pertama korban bersama kakak kandung Lutfi dan atasan di mana pelaku bekerja.

“Barang bukti sepeda motor di tempat pelaku bekerja juga akan kita ambil,” terangnya.

Kasus pembunuhan bermotif asmara itu benar-benar menggegerkan masyarakat Desa Tanjungan, Kecamatan Driyorejo, Gresik, Jawa Timur pada Minggu (26/7/2019) malam.

Warga berdatangan ingin melihat dari dekat kondisi korban yang masih di dalam rumah.

Korban ditemukan meninggal dengan kondisi terlentang di atas kasur di dalam kamar dengan kondisi memar di bagian leher.

3. Istri Datangi kantor suami

Terpisah, Kapolres Gresik AKBP Wahyu Sri Bintoro saat ditemui di kamar mayat, menjelaskan pertengkaran terjadi sehari sebelum korban ditemukan meninggal.

Pada Sabtu (25/5/2019) malam, korban mendatangi tempat bekerja suaminya di salah satu bank swasta di Surabaya.

Di sana mereka bertengkar usai tersangka ketahuan sedang telepon wanita lain.

4. Marah besar

Mereka terus bertengkar hebat, hingga korban meminta teman-teman suaminya yang bekerja sebagai penjaga keamanan agar suaminya segera dipecat dari tempat kerjanya.

Bahkan, korban sampai menginap ditempat pelaku bekerja.

Pada Minggu (26/5/2019) pukul 03.00 WIB, korban masih menelpon seseorang agar suaminya dikeluarkan dari tempatnya bekerja.

Sebelum pulang, korban sempat merusak motor suaminya yang tengah parkir.

Pukul 07.00 WIB ibu dua anak itu kembali ke rumahnya.

5. Suami minta maaf

Suami di Gresik, Lutfi Dwi Hariyanto, membunuh istrinya Fisa Wuri Ermadani, buntut dari terbongkarnya perselingkuhan yang dilakukan sang suami.

Tidak berselang lama, suaminya pulang dan mendapati korban sudah tertidur.

Tersangka berusaha meminta maaf atas perbuatannya kepada istrinya itu, namun ditolak mentah-mentah.

Sekitar pukul 13.00 WIB, sang istri mandi, dan tersangka kembali meminta maaf namun tetap saja ditolak.

6. Penolakan kasar oleh istri

Penolakan istrinya yang kasar membuat keduanya kembali terlibat cekcok saling melontarkan kata-kata kasar.

Saking kerasnya hingga terdengar ke warga sekitar.

Kedua anaknya pun menangis dan berusaha melerai.

Namun tak digubris, korban yang terlanjur kecewa langsung mengambil gunting dan menyerang suaminya.

“Tapi berhasil ditepis, di dada tersangka ada luka sayatan gunting,” ujar Wahyu.

7. Suami Cekik istrinya

Jenazah korban Visa saat berada di RSUD Ibnu Sina, Minggu (26/5/2019). Korban Visa adalah korban pembunuhan yang dilakukan suaminya sendiri

Korban pun langsung masuk ke dalam kamar dan membuka lemari lalu menggunting baju kerja suaminya itu.

“Suaminya terus minta maaf. Tapi dibalas dengan tendangan. Suaminya langsung melakukan perlawanan dan mencekik istrinya di atas kasur, anaknya bilang ‘sudah pa, sudah pa kasihan mama’ di dalam kamar,” imbuh Alumnus Akpol 1998 tersebut.

Selama 15 menit mencekik istri dan menutup wajahnya dengan bantal, korban pun tewas dengan luka memar.

Kedua anaknya hanya bisa menangis melihat ibunya tidak lagi bersuara minta tolong.

Mengetahui istrinya tidak berdaya, Lutfi langsung membawa kedua anaknya itu ke rumah saudaranya di Kecamatan Sepanjang, Sidoarjo.
Korban yang meninggal dunia, karena dicekik sang suami

Korban yang meninggal dunia, karena dicekik sang suami (Uri.co.id/Willy Abraham)

Sekitar pukul 17.15 WIB Lutfi kembali ke Gresik dan menyerahkan diri ke Polsek Driyorejo bersama kerabatnya.

Petugas langsung memeriksa Lutfi dan melakukan rekonstruksi awal di rumahnya.

Petugas mengamankan dua handphone yang rusak usai dibanting.

“Tersangka kita jerat dengan pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” tegasnya. (Willy Abraham)

Kejadian serupa:

Istri pengusaha selingkuh lewat Facebook

Kejadian tentang perselingkuhan yang diawali lewat facebook sebelumnya juga pernah terjadi.

Seorang istri pengusaha ditelanjangi pria selingkuhannya, lalu difoto berkali-kali dalam kondisi tak sadarkan diri.

Berikutnya foto-foto panas istri pengusaha di Batam jadi senjata ancaman pria yang baru dikenalnya pada tahun 2015 itu.

Ya, perkenalan antara NJ (47), istri pengusaha asal batam dan Handoko alias Acun (46) terjadi melalui facebook pada tahun 2015.

Peristiwa ini sudah terungkap setelah dilaporkan ke Polsek Nongsa.

Kapolsek Nongsa, Kompol Albet Sihite, menerangkan berdasarkan pengakuan Acun bahwa usai berkenalan di facebook, hubungan cinta jarak jauh Acun dan NJ a terus berlanjut hingga suatu ketika Acun datang ke Batam dan bertemu dengan korban.

Saat bertemu, keduanya makan bersama yang kemudian dilanjut dengan mencarikan pelaku (Acun) hotel di kawasan Nagoya.

Di dalam kamar hotel, pelaku mengaku telah memasukkan sesuatu di dalam air putih korban yang membuat ia tak sadarkan diri.

Kesempatan itu digunakan pelaku untuk melepas seluruh pakaian korban dan mengabadikannya lewat beberapa foto.

Selang dua pekan kemudian, korban kaget ketika tersangka mengirimkan beberapa foto tanpa busananya.

Foto-foto itu kemudian menjadi senjata oleh pelaku untuk memeras korbannya.

Ia meminta sejumlah uang pada korban dengan ancaman jika tak dituruti, foto-foto tersebut akan disebarluaskan.

Sejak itu, korban sering mengirimkan uang.

“Setiap kali tersangka ke Batam, dia menyuruh korban untuk menjemput ke Bandara,” sebut Albet Sihite.

Bahkan bukan hanya meminta uang, pelaku juga kerap memaksa NJ berhubungan badan untuk memuaskan nafsunya.

Seolah tidak pernah puas, Acun terus meminta uang dan akhirnya korban pun bosan dan melaporkan kasus pemerasan ini kepada Polsek Nongsa.

Puncaknya NJ bosan setelah Acun memintainya uang sebesar Rp 380 juta. Korban pun memilih lapor polisi

Setelah melakukan pendalaman dan mengumpulkan barang bukti, polisi akhirnya berhasil membekuk tersangka Acun di Pulau Jawa.

Kanit Reskrim Polsek Nongsa, Ipda Muhammad Hazaquan mengatakan, pelaku sejauh ini sudah mengakui perbuatannya.

“Dia juga mengaku selama ini selingkuh dengan korban. Dia selingkuh sejak tahun 2015,” kata Muhammad Hazaquan.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 45 ayat (1) ke 3 UU RI nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan transaksi elektronik Junto Pasal 368 ayat (1) KUHP.

Tersangka terancam penjara paling lama enam tahun.

Uri.co.id 7 Kronologi Perselingkuhan di Facebook, Polisi Ungkap Motif Suami Cekik Istri & Tewas di Depan Anak ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!