Tradisi Unik Idul Fitri Masyarakat Jawa Tondano di Minahasa, Rumah Warga Terbuka untuk Siapa Saja

oleh

Uri.co.id – Indonesia adalah negara yang kaya akan ragam tradisi. Seringkali, tradisi ini juga berpadu dengan agama yang dianut masyarakat Indonesia.

Seperti saat Idul Fitri misalnya, setiap daerah di Indonesia punya tradisi tersendiri dalam menyambut momen hari kemenangan ini. 

Di Sulawesi Utara sendiri, khususnya di Kabupaten Minahasa ada satu perkampungan yang dikenal dengan Kampung Jawa Tondano. 

Kampung ini ditempati oleh komunitas warga Jawa Tondano, yakni masyarakat yang terbentuk pada zaman sesudah perang Diponegoro (1825-1830). 

Mereka, warga Jaton adalah keturunan dari para Kesatria di Kesultanan Yogyakarta pimpinan Kyai Modjo, salah satu tokoh pejuang dalam perang Diponegoro.

Kyai Modjo dan para Ksatria Jawa kemudian ditawan Belanda dan dibawa ke bumi Nyiur Melambai, di tanah Toar Lumimuut.

Pengikut Kyai Modjo ini kawin dengan penduduk asli Minahasa, khususnya Tondano. Dari hasil perkawinan itu terbentuklah satu komunitas baru yang dikenal dengan Jawa Tondano atau Jaton.

Nah, kembali ke pokok bahasan tentang tradisi Idul Fitri. Kampung Jawa Tondano punya tradisi sendiri saat perayaan Idul Fitri.

selain nyekar ke makam kelurga, mereka juga saling mengunjungi satu sama lain untuk bersilaturahim, sehingga keramaian di desa tersebut tetap terjaga.

Rumah mereka seakan terbuka untuk siapa saja yang mau datang bersilaturahim, bahkan ada yang sengaja open house.

Semua tamu yang datang langsung bersalam-salaman untuk saling memaafkan, setelah itu, tamu dipersilakan untuk menyantap makanan yang disediakan oleh keluarga.

“Memang kalau di sini, kami saling mengunjungi, terutama biasanya kepada saudara-saudara, dan orang tua,” ujar Arifin Kyai Demak warga Jaton.

Ia menambahkan, semisal orang tua sudah tidak ada, maka yang menjadi sasaran utama yangbakan dikunjungi oleh keluarga yaitu saudara tertua.

“Memang seperti itu, jadi seperti saya yang paling tua di keluarga, dan orang tua sudah tidak ada, jelas menjadi sasaran dikunjungi,” ujarnya.

Menurutnya, setiap idul fitri selalu banyak teman, saudara yang datang dari berbagai daerah.”Mereka biasanya datang,” jelas dia. ( Manado/Alpen Martinus/Rizali Posumah)

POPULER

 Uri.co.id pada tanggal 17 Juli 2015 Tradisi Idul Fitri Warga Jaton, Rumah Warga Terbuka untuk Siapa Saja. ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!