Seorang Penumpang Berdarah-darah Dalam Bus Hingga Pingsan, Ini Penyebabnya

oleh

Uri.co.id – Arus Mudik mempunyai banyak kisah, baik suka dan dukanya.

Keheningan malam hari Terminal Purabaya mendadak riuh ramai disertai sedikit kepanikan, Selasa (4/6/2019).

Pasalnya seorang ibu penumpang bus mendadak pendarahan dan segera ingin melahirkan.

Kejadian tersebut bermula ketika wanita yang diketahui bernama Nur Cahya (29), warga Desa Sukorame, Kecamatan Mojoroto, Kediri akan mudik ke Kediri bersama keluarga.

Dengan menaiki bus Patas Harapan Jaya jurusan Kediri Tulungagung Trenggalek.

“Mendadak korban tiba tiba pingsan.

Dan langsung mengalami pendarahan,” kata Kapolsek Waru, Kompol Saibani kepada .

Kompol Saibani menuturkan peristiwa ini terjadi sekitar pukul 20.00.

Follow Facebook:

Saibani kemudian menjelaskan, seketika itu petugas medis yang berada di Pos Pengamanan Terpadu Terminal Purabaya langsung sigap menolong.

“Korban langsung segera dievakuasi menuju UGD RS. Siti Khodijah Sepanjang, Taman, Sidoarjo.

Untuk dilakukan penanganan medis lebih lanjut,” tambahnya.

Belum diketahui, bagaimana kondisi sang ibu hingga kini, Uri.co.id melalui Uri.co.idmasih menggali informasi terkait hal tersebut.

Penumpang Bungurasih Menurun di H-4

Kepala UPT Terminal Purabaya Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, jumlah penumpang Terminal Purabaya mengalami penurunan signifikan, yakni mencapai 30 persen.

“H-3 lebaran ini ada peningkatan sampai jam 12.00 siang tadi 21.000 penumpang. Kemarin, 42.000 penumpang.

Tapi kalau dibandingkan tahun lalu jauh ya. Tahun lalu H-4 itu penumpang lebih dari 59.000. Jadi dibandingkan tahun lalu, turun sekitar 28 persen.

Tapi kalau dibanding hari biasa ya naik, kurang lebih 48 persen,” papar Inderagani.

Ketika ditanya penyebab penurunan jumlah penumpang, Inderagani menjawab ada beberapa faktor yang mungkin berkontribusi, seperti tol-tol baru yang sudah diresmikan dan banyaknya giat mudik gratis.

“Faktornya banyak, Karena masyarakat sekarang dengan adanya tol, jadi banyak yang ingin lewat tol dengan kendaraan pribadi maupun sewaan.

Bisa dilihat sendiri ramainya Surabaya ke Jakarta, apalagi wilayah Jatim.

Kemudian banyaknya instansi pemerintah dan swasta yang mengadakan mudik gratis,” tuturnya.

Dibalik menurunnya jumlah penumpang, Inderagani mengaku senang karena banyaknya opsi jalur maupun transportasi mudik, membuat jalan biasa lancar.

Akhirnya, bus-bus yang biasa kena macet di jalan, hingga H-3 ini sampai di terminal tepat waktu, sehingga tidak ada penumpukan di terminal.

“Secara keseluruhan kami juga ikut senang karena semua penumpang lancar, akhirnya bus yang biasa kena macet di jalan balik terminal dengan lancar.

Terutama memang pengaruh tol yang sudah diresmikan itu besar sekali,” ujarnya

Pemerintah daerah lain juga menurutnya sudah bisa berkoordinasi, sehingga mengantisipasi pasar tumpah yang biasanya membuat macet.

“Bus-bus juga sekarang banyak yang lewat tol, khsusunya Jatim.

Jadi mengurai kemacetan yang di jalan biasa,” katanya.

Untuk pengamanan maupun penjamin kelancaran di Terminal Purabaya, Dishub Kota Surabaya menerjunkan 946 orang personil untuk melakukan pengawasan, pengendalian dan penertiban angkutan, dalam menyambut arus mudik dan libur lebaran 2019.

Ratusan personil itu bakal diterjunkan ke posko-posko, terminal, hingga tempat-tempat keramaian untuk membantu kelancaran arus mudik dan libur lebaran.

Kepala Dishub Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajat, mengatakan para personil tadi akan diterjukan ke beberapa tempat, seperti terminal-terminal dan posko arus mudik yang tersebar di Surabaya.

Selain itu, Dishub Surabaya juga akan bersinergi dengan beberapa pihak untuk memastikan kelancaran selama arus mudik lebaran 2019.

“Selama lebaran kita tidak cuti dan libur, kita secara bergantian.

Kita juga siapkan pos lebaran, baik di kantor maupun terminal-terminal, untuk melayani pemudik ataupun massa lebaran,” kata Irvan.

  ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!