Uang Rp 10 Miliar Lebih Raib Digasak Komplotan Perampok Dari Brankas, Ini Penjelasan Satpam

oleh

Uri.co.id – Perampokan kembali terjadi dan Menghebohkan Warga menjelang Hari Eaya Idul Fitri 1440 H.

Komplotan perampok membobol brankas di satu kantor,  di Jalan Cemara, Rengas, Ciputat Timur, Tangerang Selatan.

Kapolsek Ciputat, Kompol Jimy Sama mengatakan, peristiwa perampokan itu terjadi sekitar pukul 02.30 WIB, Senin (3/6/2019) kemarin.

Pihak perusahaan yang menjadi korban perampokan itu mengaku kepada polisi mengalami kerugian lebih dari Rp 10 miliar.

“Pengakuan dari yang kecurian Rp 10 m (miliar) tapi kita belum bisa pastikan begitu, hanya sepihak dari perusahaan,” ucap Jimy saat dikonfirmasi, Selasa (4/6/2019).

Perusahaan itu, kata Jimy bergerak di bidang jasa keamanan.

Follow Facebook:

Ketika melakukan aksinya, pelaku perampokan diperkirakan lebih dari 5 orang yang mendatangi lokasi perampokan menggunakan mobil hitam.

“Pelaku membuka pintu brankas menggunakan linggis,” kata Jimy.

Saat ini, kepolisian masih terus mendalami kasus perampokan yang terjadi menjelang Hari Eaya Idul Fitri 1440 H  tersebut.

“Masih kita dalami bersama Satreskrim Polres Tangsel dibantu Polda Metro Jaya,” ucapnya.

Ketika ingin mengonfirmasi kasus perampokan itu ke pihak perusahaan, satpam di lokasi perampokan enggan bicara  terkait kasus yang terjadi di tempatnya bekerja.

“Nanti sama yang berwenang saja ya,” ujar seorang satpam tersebut.

 Wartakotalive

Perampokan Mini Market

Oknum kepala minimarket ditangkap polisi bersama dua orang komplotannya, Senin (13/5/2019).

Pria bernama Ardian Bentar (33) tersebut otak perampokan minimarket dan berhasil menggondol uang di brankas Rp 94 juta.

Menurut keterangan polisi, Ardian melakukan aksinya bersama empat orang rekannya di toko.

Dua di antaranya, Ujang (27) dan Jalil (33) diringkus polisi bersama Ardian pada hari yang sama. Sisanya masih dalam pengejaran polisi.

Adapun perampokan terjadi di Jalan Darma Jambi, Kecamatan Kayuagung, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan,, Selasa (8/5/2019) malam. 

“Karena banyak kejanggalan akhirnya dilakukan pendalaman terhadap kepala toko Ardian Bentar,” ujar Kapolres OKI AKBP Donni Eka Syahputra.

“Akhirnya setelah ditunjukkan sejumlah barang bukti, oknum kepala toko itu mengakui keterlibatannya termasuk mengaku dirinya yang menjadi otak perampokan,” Donni menambahkan.

Donni mengatakan, Ardian mengajak dua rekannya, Ujang dan Jalil untuk merampok minimarket tempat ia bekerja.

Modusnya dengan datang saat malam hari dan mematikan NSB listrik minimarket agar kamera CCTV tak berfungsi dan tak bisa merekam wajah mereka.

Setelah listrik padam, Ujang dan Jalil masuk ke dalam minimarket dan mengancam para pegawai menggunakan senjata tajam untuk menunjukkan tempat penyimpanan uang.

Di bawah ancaman, Ardian langsung mengarah ke gudang tempat brankas diletakkan dan membuka berangkas. 

Mereka mengambil uang Rp 94 juta dan kabur. Ardian kemudian melapor ke polisi.

Donni mengatakan, saat pemeriksaan, ditemukan banyak kejanggalan. Saat diperiksa intensif, Ardian akhirnya mengaku bahwa dia yang merencanakan hal itu.

Ardian kemudian menyampaikan ciri-ciri para pelaku dan tempat tinggalnya.

Polisi kemudian melakukan pengejaran dan berupaya melakukan penangkapan. Namun, keduanya berusaha melawan dan kabur sehingga kaki kedua pelaku ditembak.

Donni mengatakan, tersangka Ardian mengaku pernah melakukan hal yang sama pada 2017.

Namun, kasusnya tidak terbongkar meski saat itu dia yang melapor ke polisi.

Ardian mengatakan, motif perampokan karena ingin memiliki uang yang setiap hari ia kelola.

“Saya ingin memiliki uang yang setiap hari saya kelola. Akhirnya saya mengajak Ujang dan Jalil untuk merampok minimarket tempat saya bekerja,” katanya

“Tahun 2017 dulu saya juga pernah merampok minimarket tempat saya bekerja tersebut. Namun saya tidak tertangkap,” katanya.

Barang bukti yang diamankan berupa sisa uang hasil rampokan sebesar Rp 19 juta, sebuah kalung emas, dua unti ponsel, dan dua senjata tajam.

Atas perbuatanya, ketiga pelaku terancam Pasal 365 KUHP dengan ancaman tujuh tahun penjara.  ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!